Beberapa tahun terakhir, tren skincare alami makin meroket. Banyak brand, baik lokal maupun luar, mulai berlomba-lomba menawarkan produk perawatan kulit yang mengusung klaim natural, green, eco-friendly, sampai memproduksi skincare organik.
Tapi, tahu nggak sih, ternyata nggak semua yang disebut natural itu organik. Bahkan, masih banyak orang yang belum memahami dengan baik apa itu skincare organik dan bagaimana bedanya dengan skincare natural.
Padahal, kalau kamu sedang atau berencana membangun brand skincare yang mengutamakan kualitas bahan dan keamanan jangka panjang, memahami istilah ini sangatlah penting. Jangan sampai kamu salah klaim atau bahkan salah arah dalam proses pengembangan produknya.
Terlebih lagi, produk skincare organik ini bukan cuma jadi tren sesaat. Permintaan globalnya terus meningkat karena konsumen makin sadar akan pentingnya bahan-bahan yang lebih ramah tubuh dan lingkungan.
Nah, supaya kamu bisa lebih paham dan makin siap membuat produkmu sendiri, simak penjelasan seputar skincare organik dan bedanya dengan natural skincare di artikel ini!
Apa Itu Skincare Organik?
Secara definisi, skincare organik ini dideskripsikan sebagai kategori produk perawatan kulit yang dibuat dari bahan-bahan 100 persen alami. Di mana, bahan-bahan asalnya ini juga tidak menggunakan pestisida, pupuk sintetis, atau bahan kimia lainnya selama proses tanam atau perawatannya.
Nah, Bahan baku yang digunakan harus melalui proses sertifikasi organik dari lembaga resmi seperti USDA (Amerika Serikat), Ecocert (Prancis), atau COSMOS-standard (Eropa).
Awal tren skin care organik sendiri muncul di awal 2000-an, saat makin banyak konsumen mulai peduli terhadap bahan-bahan yang mereka aplikasikan ke kulit. Mereka nggak hanya ingin hasil instan, tapi juga ingin memastikan produk yang digunakan aman dalam jangka panjang dan nggak berdampak buruk terhadap lingkungan.
Kenapa jenis skincare ini begitu diminati? Selain dinilai lebih aman, produk-produk organik juga punya nilai plus dalam hal etika. Misalnya bebas dari uji coba hewan, menggunakan kemasan ramah lingkungan, dan mengusung konsep keberlanjutan. Kombinasi inilah yang bikin skin care organik bukan cuma tren, tapi juga jadi lifestyle baru di dunia kecantikan modern.
Di Indonesia sendiri, meski belum sebanyak brand luar negeri, sudah mulai banyak pelaku bisnis yang tertarik mengembangkan produk skincare organik lokal. Nah, kalau kamu termasuk salah satunya, penting banget untuk memahami karakteristik produk organik secara menyeluruh, termasuk perbedaan mendasarnya dengan produk natural biasa.
Karakteristik Skincare Organik
Setelah memahami definisi dan sedikit sejarah tren skincare organik di atas, kamu juga perlu menyimak apa karakteristik khas dari produk perawatan wajah organik berikut ini:
1) Menggunakan Bahan Bersertifikasi Organik
Bahan dalam formulasi skin care organik umumnya selalu berasal dari hewan atau tanaman yang dirawat tanpa pestisida sintetis, hormon buatan, atau rekayasa genetik lainnya. Dengan demikian, ketika bahan-bahan ini digunakan sebagai formula skincare, akan dapat meminimalisir kemungkinan adanya residu bahan kimia yang berbahaya untuk kulit.
Nah, biasanya bahan dalam skincare organik ini akan disertai label sertifikasi dari lembaga resmi seperti USDA Organic, Ecocert, atau COSMOS.
2) Bebas Bahan Kimia Sintetis
Skincare organik tidak mengandung paraben, sulfat, phthalate, pewangi sintetis, atau pewarna buatan. Ini penting untuk mengurangi risiko iritasi dan kerusakan kulit dalam jangka panjang. Hal ini juga lah yang membuat skincare organik diklaim lebih sehat dan aman untuk kulit.
3) Lebih Lembut dan Ramah untuk Kulit Sensitif
Bahan alami yang tidak melalui proses kimia keras membuat skincare organik lebih aman untuk kulit sensitif, kering, atau rentan alergi. Hal ini jugalah yang membuat kebanyakan skincare organik bersifat hypoallergenic, artinya memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk menyebabkan alergi. Meski begitu, tetap disarankan melakukan patch test terlebih dulu, ya.
4) Ramah Lingkungan
Produksi bahan organik lebih ramah lingkungan karena tidak merusak tanah atau mencemari air. Banyak brand organik juga memilih kemasan eco-friendly, seperti botol kaca, kertas daur ulang, atau plastik biodegradable.
5) Tidak Diuji pada Hewan (Cruelty-Free)
Selain ramah untuk lingkungan, skincare organik juga menolak pengujian formula pada hewan. Ini menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen yang mengutamakan etika dan keberlanjutan.
6) Transparansi Formulasi
Transparansi formulasi dalam industri kosmetik telah digalakkan dalam beberapa tahun ini. Sebab, transparansi ini merupakan bagian dari hak konsumen untuk mengetahui ‘apa’ yang mereka gunakan untuk merawat wajah atau kulit mereka setiap hari.
Nah, skincare organik juga selalu mencantumkan daftar bahan aktif dan bahan organik yang mereka gunakan dalam formulanya. Bahkan disertai dengan besaran atau persentase bahan tersebut dalam formula. Dengan demikian konsumen bisa memilih produk perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan juga idealisme mereka.
Beragam Manfaat Skincare Organik
Skincare organik bukan hanya soal kulit glowing, tapi juga tentang memilih gaya hidup yang lebih sehat dan peduli lingkungan. Artinya, saat kamu memilih skincare organik, kamu nggak cuma merawat diri sendiri, tapi juga ikut berkontribusi terhadap kelestarian bumi.
Berikut ini beberapa manfaat penting skincare organik yang perlu kamu tahu:
a) Berdampak Baik pada Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati
Skincare organik cenderung menggunakan bahan-bahan dari pertanian organik, yang berarti nggak ada pestisida sintetis, pupuk kimia berat, atau herbisida berbahaya. Hal ini tentu jauh lebih ramah untuk tanah, udara, dan air.
Pertanian organik juga ikut menjaga keanekaragaman hayati. Tanaman yang tumbuh secara alami tanpa intervensi bahan kimia memungkinkan ekosistem lokal tetap terjaga, termasuk mikroorganisme tanah dan serangga yang bermanfaat.
Ini beda banget dengan industri kosmetik konvensional yang sering menyumbang limbah beracun dan berpotensi mencemari lingkungan dalam skala besar.
b) Biodegradable
Produk skincare organik umumnya dibuat dari bahan-bahan yang mudah terurai secara alami (biodegradable). Artinya, setelah digunakan dan dibuang, zat aktif dalam produk ini nggak akan mencemari air atau tanah karena akan terurai dengan sendirinya dalam waktu singkat.
Kondisi ini tentu berbeda dengan produk skincare konvensional yang sering mengandung mikroplastik, silikon, atau bahan sintetis lain yang sulit terurai. Limbah ini bahkan dapat mencemari sungai, laut, bahkan rantai makanan. Jadi, memilih skin care organik bisa jadi langkah kecil dengan dampak besar terhadap lingkungan.
c) Aman untuk Kulit Sensitif
Salah satu alasan kenapa skincare organik banyak diminati adalah karena formulanya yang lebih lembut di kulit. Sehingga dapat digunakan oleh siapapun, terutama buat kamu yang punya tipe kulit sensitif. Produk organik umumnya bebas dari pewarna buatan, pewangi sintetis, paraben, dan alkohol dalam kadar tinggi, yang seringkali jadi penyebab utama iritasi atau breakout.
Bahan-bahan alami seperti aloe vera organik, calendula, chamomile, dan minyak nabati organik punya efek menenangkan, melembapkan, sekaligus memperkuat skin barrier tanpa menimbulkan reaksi negatif. Jadi, kalau kamu sering kesulitan menemukan produk yang cocok untuk kulit sensitif, skincare organik bisa jadi solusi terbaik.
Perbedaan Skincare Organik dan Natural
Setelah memahami apa saja karakteristik dari skincare organik, kamu juga perlu tahu mengenai perbedaannya dengan skincare natural. Sebab nggak sedikit orang yang salah mengenali keduanya, loh.
Perbedaan ini terletak baik dari sisi bahan baku, proses produksi, sampai regulasi dan sertifikasinya. Skincare natural adalah produk perawatan kulit yang menggunakan bahan alami dari tumbuhan, hewan, atau mineral, tetapi belum tentu berasal dari pertanian organik.
Produk ini bisa saja tetap mengandung bahan sintetis dalam jumlah tertentu atau belum melewati sertifikasi resmi. Misalnya, sabun yang mengandung ekstrak green tea namun tetap menggunakan pewangi buatan.
Sementara itu, skincare organik mengacu pada produk yang bahan-bahannya berasal dari pertanian organik yang bebas dari pestisida, pupuk sintetis, atau zat kimia berbahaya. Selain itu, produk organik juga harus melalui sertifikasi dari lembaga seperti USDA, Ecocert, atau COSMOS yang mengatur ketat penggunaan bahan dan proses produksinya.
Perbedaan lainnya terletak pada kejelasan label. Produk natural seringkali menggunakan istilah “alami” tanpa keharusan regulasi yang ketat, sedangkan label “organik” hanya bisa digunakan jika produk benar-benar telah terverifikasi.
Jadi, kalau kamu berniat mengembangkan produk skincare sendiri dan ingin mengusung konsep organik, pastikan bahan baku dan proses produksinya sudah memenuhi standar yang berlaku.
Apakah Skincare Organik Efektif untuk Merawat Kulit?
Kendati banyak diklaim aman dan lebih lembut di kulit, banyak masyarakat yang masih menyangsikan efektivitas skincare organic ini. Padahal setiap produk perawatan yang dirilis tidak serta merta dibuat sembarangan, melainkan melalui uji klinis yang salah satunya dilakukan untuk menilai efektivitas produk.
Melansir dari Medical News Today, beberapa perusahaan skincare organic yang melakukan uji coba pada produk mereka, juga menyatakan bahwa produk tersebut dapat berperan sesuai dengan klaimnya dan dapat memberikan efek yang dibutuhkan oleh penggunanya.
Bersama PT. Maklon Kosmetik Indonesia (MKI), pembuatan skincare juga dilakukan dengan melalui uji formulasi di laboratorium eksklusif kami. Pengujian ini dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan profesional di bidangnya, sehingga efektifitas dan kualitas produk akan lebih terjamin.
Bisakah Membuat Skincare Organik dengan Brand Sendiri?
Setelah menyimak bagaimana definisi dan manfaat dari skincare organik di atas, apakah kamu tertarik untuk menciptakan produk kecantikan dengan tren ini?
Kabar baiknya, bersama PT. Maklon Kosmetik Indonesia (MKI) kamu bisa memproduksi skin care organik yang aman dan berkualitas, untuk kemudian dipasarkan dengan brand kosmetikmu sendiri.
Apalagi cara membuat skin care organik bersama MKI sangatlah mudah, kamu hanya perlu menempuh 6 langkah sederhana berikut ini:
- Konsultasikan konsep produk perawatan wajah organik yang diinginkan bersama tim MKI, gratis dan dapat dilakukan dengan media apapun (online atau offline).
- Pembuatan sampel produk oleh formulator ahli MKI, yang nantinya jika sudah jadi akan dikirimkan dan diskusikan bersamamu. Jika ada aspek yang perlu diperbaiki, maka kamu juga dapat mengajukan revisi.
- Pengurusan legalitas produk, yang terdiri dari registrasi BPOM dan pendaftaran merek.
- Pembuatan desain dan kemasan skin care organik yang fleksibel. Dimana dapat diintegrasikan dengan konsep yang kamu buat, karakteristik brand atau perusahaanmu, dan sesuai target pasar.
- Produksi massal skin care organik di pabrik MKI, yang diawasi oleh para staf ahli berpengalaman.
- Skin care organik dengan nama brand-mu akan siap diantarkan ke alamat perusahaan atau rumahmu!
Bagaimana? Mudah, bukan?
Kamu bisa langsung memulai langkah awal membuat skincare organik bersama MKI ini dengan klik tombol WhatsApp di bawah ini, ya!



