Maklon Kosmetik Indonesia

strategi flanking marketing produk skincare

Flanking Marketing untuk bisnis skincare adalah salah satu penolong dari brand-brand Anda. Di tengah gelombang bisnis skincare Indonesia yang tumbuh eksponensial, diproyeksikan bahwa bisnis skincare mencapai Rp 25 triliun pada 2025. . Justru dengan besarnya pasar ini, brand-brand kecil menemukan celah emas melalui flanking marketing. Dimana strategi yang digunakan menyasar segmen niche yang terabaikan oleh pemain besar.

Dengan fokus pada masalah spesifik seperti pori-pori membesar, startup skincare tak sekadar bertahan, tapi membangun basis pelanggan fanatik lewat solusi hiper-spesialis. Inilah era di mana kecil bukanlah kelemahan, melainkan senjata taktis untuk menaklukkan pasar.

Apakah Flanking Marketing untuk Bisnis Skincare?

Flanking marketing adalah strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan untuk menyerang atau menguasai segmen pasar khusus. Terutama untuk pasar yang belum digarap secara optimal oleh para pesaing. Dalam konteks bisnis skincare, strategi ini diwujudkan dengan menciptakan produk atau layanan yang menyasar kebutuhan spesifik konsumen yang belum terpenuhi oleh brand besar. Seperti produk untuk jenis kulit tertentu, usia spesifik, atau formula yang lebih ramah lingkungan. Tujuannya bukan bertarung langsung di medan utama, melainkan mengisi celah atau kekurangan yang tidak ditangani kompetitor. Sehingga bisnis mampu membangun loyalitas konsumen di niche baru. Seringkali dengan inovasi produk, penentuan harga unik, atau diferensiasi distribusi dan branding.

Penerapan strategi ini cukup efektif di industri skincare yang sangat kompetitif dan terus berkembang pesat. Studi mengenai pemasaran skincare menyebutkan bahwa penting untuk memahami demografi dan kebutuhan spesifik konsumen. Serta memantau pesaing agar dapat menemukan celah inovasi dan positioning yang unik. Melalui diversifikasi produk dan pemanfaatan kanal digital, brand skincare baru dapat masuk dan bertumbuh di pasar. Melalui risiko head-to-head yang lebih rendah dibandingkan melawan brand mapan secara langsung. Strategi flanking ini juga didukung oleh riset dari MarkPlus Institute, yang menjelaskan bahwa diversifikasi produk, membidik pasar kosong, dan menjaga diferensiasi adalah kunci keberhasilan dalam menguasai ceruk pasar dengan teknik flanking marketing.

Mengapa Flanking Marketing untuk Bisnis Skincare Efektif?

60147
Freepik.com/zinkevych

Flanking marketing terbukti efektif untuk bisnis skincare, karena strategi ini memungkinkan brand untuk memasuki dan menguasai ceruk pasar yang belum dilayani secara optimal oleh pemain besar. Dengan mengidentifikasi kebutuhan khusus konsumen—misalnya jenis kulit tertentu, segmen usia tertentu, atau preferensi pada bahan alami—brand dapat menawarkan produk yang benar-benar relevan dan berbeda dari kompetitor. Hal ini membuat persaingan tidak berlangsung secara frontal, sehingga risiko perang harga atau kekuatan distribusi yang timpang bisa dihindari. Selain itu, segmentasi pasar yang tajam membuat komunikasi dan pemasaran lebih terarah. Sc ehingga menghasilkan engagement serta loyalitas pelanggan yang lebih kuat karena merasa kebutuhan spesifiknya benar-benar diperhatikan dan dipenuhi.

Efektivitas flanking marketing dalam industri skincare juga didukung oleh berbagai penelitian dan studi kasus. Studi ilmiah pada aktivitas digital marketing produk skincare, yang dilakukan oleh Hanifah dan Gesot di tahun 2025, menemukan bahwa fokus pada segmen khusus dan eksplorasi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan brand, meningkatkan brand awareness, dan memperkuat loyalitas melalui komunikasi yang lebih personal di media sosial. Inovasi produk serta diferensiasi pesan komunikasi menjadi pendorong utama keberhasilan strategi ini dalam pasar skincare yang sangat padat dan kompetitif.

Strategi Flanking Marketing untuk Bisnis Skincare

Beberapa strategi flanking marketing untuk bisnis skincare yang bisa Anda terapkan adalah sebagai berikut.

Manfaatkan Segmentasi Demografi

Manfaat segmentasi demografi sebagai strategi flanking marketing terletak pada kemampuannya mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah spesifik dalam pasar yang diabaikan pesaing utama. Dengan membagi pasar berdasarkan variabel demografi seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, atau lokasi geografis, perusahaan dapat menemukan kelompok konsumen yang belum terlayani atau kurang puas dengan tawaran kompetitor. Contoh yang bisa dilakukan adalah menargetkan produk susu tinggi kalsium untuk lansia di daerah perkotaan berpendapatan menengah. Terutama saat kompetitor fokus pada segmen umum atau anak-anak.

Kuasai Kebutuhan Geografis Spesifik

2147607839
Freepik.com/freepik

Menguasai kebutuhan geografis spesifik berarti mengeksploitasi celah pasar dengan fokus pada tuntutan unik konsumen di lokasi tertentu yang diabaikan pesaing utama. Perusahaan menganalisis perbedaan geografis seperti iklim, budaya lokal, infrastruktur, peraturan daerah, atau pola konsumsi wilayah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi. Contoh konkret yang bisa Anda lakukan adalah Menjual pemanas air tenaga surya di dataran tinggi bersuhu dingin. Sementara kompetitor berfokus pada produk standar untuk pasar urban besar.

Menggunakan Harga Tinggi

Menggunakan harga tinggi sebagai strategi flanking marketing berarti mengejar segmen pasar premium yang mengutamakan nilai eksklusivitas dan kualitas. Dimana hal inilah yang sering terabaikan oleh pesaing yang fokus pada harga kompetitif atau volume massal. Dengan menetapkan harga jauh di atas rata-rata pasar, perusahaan secara sengaja membidik konsumen yang mengasosiasikan harga tinggi dengan superioritas produk, status sosial, atau pengalaman istimewa. Hal ini justru akan membangun segmentasi pasar dengan konsumen berpenghasilan tinggi, yang biasanya kurang diperebutkan. Contohnya dengan menawarkan jam tangan mewah dengan harga selangit yang menonjolkan heritage dan kerajinan tangan. Sementara kompetitor utama berperang harga di pasar jam tangan fungsional.

Manfaatkan harga rendah

Manfaatkan harga rendah sebagai strategi flanking marketing berarti menyerang sisi pasar yang diabaikan pesaing premium dengan menawarkan solusi terjangkau bagi segmen sensitif harga. Perusahaan fokus pada konsumen yang mengutamakan kepraktisan dan penghematan, biasanya dengan mengorbankan fitur non-esensial atau merek prestise. Dengan menetapkan harga jauh di bawah kompetitor utama, bisnis membangun benteng di segmen massal yang kurang diminati pemain high-end, sekaligus menarik pelanggan berpenghasilan terbatas atau hemat. Contoh: Merek smartphone lokal menawalkan spesifikasi dasar dengan harga separuh produk global, sementara kompetitor premium berebut segmen high-income.

Menawarkan Ukuran Produk yang Berbeda

2149353081
Freepik.com/freepik

Menawarkan ukuran produk berbeda sebagai strategi flanking marketing berarti mengeksploitasi celah pasar dengan menyediakan alternatif ukuran yang diabaikan pesaing utama, memenuhi kebutuhan spesifik segmen konsumen tertentu. Perusahaan menghindari persaingan langsung di ukuran standar dengan memperkenalkan varian mini, saset, jumbo, atau kemasan keluarga. Dengan fokus menargetkan kelompok yang mengutamakan kepraktisan, kesegaran, penghematan, atau kesesuaian dengan pola konsumsi rumah tangga. Contoh konkretnya adalah brand kopi menyediakan saset 5 gram untuk konsumen tunggal atau traveler. Sementara kompetitor fokus pada kemasan 200 gram atau minuman soda menawarkan kaleng mini untuk anak-anak. Ketika pesaing utama menjual ukuran reguler.

Strategi Distribusi under the radar

Strategi distribusi under the radar sebagai flanking marketing berarti menghindari saluran distribusi mainstream dengan memanfaatkan jalur alternatif yang diabaikan pesain. Tentu hal ini untuk menjangkau segmen khusus secara diam-diam dan efisien. Perusahaan fokus pada metode distribusi yang kurang terpantau kompetitor besar. Seperti jaringan komunitas lokal, pop-up stores di lokasi tersembunyi, platform online niche, atau kemitraan dengan pelaku usaha mikro. Hal ini untuk membangun kehadiran di ceruk pasar tanpa memicu perang langsung. Contoh yang bisa diambil adalah brand skateboard mendistribusikan produk lewat komunitas underground dan toko spesialis kecil alih-alih ritel besar. Selain itu, ada juga brand herbal menyebar via koperasi desa di pedalaman sementara pesaing berebut rak supermarket di kota.

Kesimpulan

Flanking marketing menjadi senjata strategis bagi brand skincare untuk menghindari bentrok langsung dengan raksasa industri, dengan memanfaatkan celah pasar spesifik yang terabaikan, seperti kebutuhan kulit remaja di iklim tropis, konsumen urban sensitif harga, atau komunitas vegan yang mencari kemasan mini ramah lingkungan. Di sinilah maklon kosmetik Indonesia berperan krusial, sebagai mitra produksi fleksibel, mereka memungkinkan brand dengan cepat mewujudkan strategi flanking melalui customization produk, ukuran inovatif, dan distribusi under-the-radar, via komunitas lokal atau platform niche, tanpa investasi pabrik. Dengan memanfaatkan keahlian maklon lokal, Anda bisa fokus membangun ceruk unik, menguasai segmen yang belum tersentuh kompetitor, dan mengubah keunggulan spesifik menjadi loyalitas pelanggan. Jadilah pemain cerdik di pasar skincare! Eksplorasi celah flanking-mu sekarang bersama maklon kosmetik terpercaya di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top