Memiliki peranan penting dalam perawatan wajah, memilih moisturizer pun nggak boleh kita lakukan secara sembarangan. Kamu perlu memperhatikan apa saja kandungan dalam moisturizer dan menghindari bahan-bahan yang berpotensi mengiritasi kulit.
Moisturizer atau pelembap wajah sudah menjadi salah satu produk skincare wajib dalam rutinitas kecantikan. Tidak peduli apakah kulitmu kering, berminyak, sensitif, atau bahkan kombinasi, kulit tetap membutuhkan hidrasi dan perlindungan yang tepat.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), penggunaan moisturizer secara rutin dapat membantu menjaga skin barrier, mencegah kulit kering, serta mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Peran moisturizer bukan sekadar melembapkan, tapi juga membantu kulit mempertahankan kadar air, mengurangi iritasi, hingga melindungi dari paparan polusi. Inilah mengapa formula dalam moisturizer dirancang dengan berbagai kandungan aktif yang punya fungsi masing-masing. Menariknya, setiap bahan dalam moisturizer saling melengkapi untuk menghasilkan kulit yang lembut, kenyal, dan sehat.
Nah, supaya kamu makin paham apa saja isi dari moisturizer yang biasa kamu gunakan, simak penjelasan lengkap dari MKI mengenai kandungan utama dalam moisturizer dan fungsinya untuk kecantikan kulit. Check it out!
5 Kandungan dalam Moisturizer
Secara umum, moisturizer diformulasikan dengan kombinasi beberapa kelompok bahan yang punya peran berbeda. Ada yang bertugas mengunci kelembapan, ada yang membantu menarik air ke kulit, ada juga yang memperbaiki lapisan pelindung kulit. Berikut lima kandungan utama yang biasanya ada di dalam moisturizer:
- Emolien
- Humektan
- Oklusif
- Minyak
- Asam Lemak
Langsung kita bahas secara rinci, yuk, Sobat MKI!
Emolien
Emolien adalah bahan yang berfungsi menghaluskan dan melembutkan permukaan kulit. Cara kerjanya adalah dengan mengisi celah-celah kecil di lapisan kulit luar (stratum korneum), sehingga kulit terasa lebih lembut, halus, dan kenyal.
Bahan emolien sangat penting untuk kulit kering atau kasar, karena membantu memperbaiki tekstur kulit yang tidak merata. Selain itu, emolien juga bisa membantu mengurangi rasa gatal atau ketidaknyamanan pada kulit yang kering berlebihan.
Beberapa contoh bahan yang termasuk emolien dan umumnya digunakan dalam moisturizer antara lain:
- Cetyl alcohol
- Stearyl alcohol
- Cetearyl alcohol
- Isopropyl myristate
- Silikon (dimethicone, cyclomethicone)
Jika kamu sering merasa kulit terasa kasar setelah cuci muka, moisturizer dengan kandungan emolien bisa jadi pilihan tepat untuk mengembalikan kelembutan alami kulitmu.
Humektan
Berbeda dengan emolien, humektan bekerja dengan cara menarik air dari lingkungan atau lapisan kulit dalam ke lapisan terluar kulit. Dengan begitu, kulit akan tetap terhidrasi dan terlihat lebih plump.
Humektan sangat bermanfaat bagi kulit kering, dehidrasi, maupun kulit yang sering terpapar AC atau sinar matahari. Namun, bahan ini pada dasarnya juga aman digunakan untuk semua jenis kulit, bahkan termasuk kulit berminyak. Sebab, humektan memiliki sifat yang ringan di kulit.
Contoh bahan humektan dalam moisturizer meliputi:
- Glycerin
- Hyaluronic acid
- Sodium PCA
- Aloe vera
- Panthenol (Pro-vitamin B5)
Moisturizer dengan kandungan humektan sangat cocok digunakan di pagi hari sebelum aktivitas, karena membantu kulit terlihat segar dan kenyal seharian.
Oklusif
Oklusif adalah bahan yang bertugas untuk menciptakan lapisan pelindung di permukaan kulit, sehingga dapat mencegah hilangnya air atau hidrasi alami kulit kita (transepidermal water loss). Bisa dibilang, oklusif bekerja sebagai “seal” yang menjaga hidrasi tetap terkunci di dalam kulit.
Bahan ini sangat berguna untuk kulit yang sangat kering, sensitif, atau rentan iritasi. Namun, karena sifatnya cukup berat dan tebal, biasanya oklusif lebih disarankan dipakai di malam hari atau pada area kulit tertentu saja.
Contoh bahan oklusif yang umum ditemukan dalam moisturizer:
- Petrolatum (petroleum jelly)
- Lanolin
- Beeswax
- Mineral oil
- Dimethicone
Kalau kulitmu sering terasa pecah-pecah atau sangat kering, pilih moisturizer dengan oklusif untuk pemakaian malam agar kelembapan kulit lebih terjaga.
Minyak
Bahan minyak alami sering ditambahkan dalam moisturizer karena punya kemampuan melembapkan sekaligus memberi nutrisi tambahan untuk kulit. Minyak bekerja hampir mirip dengan emolien dan oklusif, yaitu melembutkan sekaligus membantu mengurangi hilangnya air dari kulit.
Selain itu, banyak minyak nabati juga diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tingi, juga dilengkapi dengan asam lemak esensial yang dapat memperbaiki skin barrier. Bahkan, beberapa minyak bahkan punya sifat anti-inflamasi, sehingga bisa menenangkan kulit sensitif atau kemerahan.
Beberapa jenis minyak alami yang umum digunakan dalam formulasi moisturizer misalnya:
- Jojoba oil
- Almond oil
- Olive oil
- Argan oil
- Coconut oil
- Sunflower seed oil
Namun, bagi pemilik kulit berminyak atau berjerawat, pilih minyak yang non-komedogenik agar tidak menyumbat pori.
Asam Lemak
Asam lemak adalah komponen penting dari skin barrier alami kulit. Dalam moisturizer, asam lemak berfungsi untuk memperkuat lapisan pelindung kulit, menjaga elastisitas, serta meningkatkan hidrasi.
Kulit yang kekurangan asam lemak biasanya tampak kusam, mudah iritasi, dan kehilangan kelembapannya lebih cepat. Itulah mengapa bahan ini penting dalam formula moisturizer, terutama untuk memperbaiki kondisi kulit kering atau rusak.
Contoh asam lemak yang sering digunakan dalam moisturizer:
- Linoleic acid (Omega-6)
- Oleic acid (Omega-9)
- Stearic acid
- Palmitic acid
Dengan adanya asam lemak, moisturizer mampu bekerja lebih efektif dalam menjaga kulit tetap sehat, kenyal, dan tidak mudah kehilangan kelembapannya.
Kandungan yang Baiknya Dihindari saat Memilih Moisturizer
Setelah mengetahui berbagai kandungan bermanfaat yang biasanya ada dalam moisturizer, ada baiknya kamu juga memahami apa saja bahan yang sebaiknya dihindari. Tujuannya sederhana, yakni supaya kulitmu tetap sehat, tidak iritasi, dan bisa merasakan manfaat optimal dari produk pelembap. Berikut beberapa kandungan yang sebaiknya kamu perhatikan:
Alkohol yang Keras
Meski beberapa jenis alkohol bermanfaat sebagai pelarut atau penstabil formula, alkohol yang keras (drying alcohol) justru bisa mengikis kelembapan alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, mudah iritasi, bahkan memicu produksi minyak berlebih sebagai mekanisme pertahanan.
Contoh alkohol keras yang sebaiknya dihindari antara lain ethanol, denatured alcohol (alcohol denat), isopropyl alcohol, dan methanol. Jika digunakan secara rutin, kandungan ini bisa merusak skin barrier sehingga kulit lebih rentan terhadap polusi maupun bakteri.
Pewangi Sintetis
Aroma wangi memang bisa membuat pengalaman memakai skincare terasa lebih menyenangkan. Namun, pewangi sintetis sering kali menjadi penyebab alergi, iritasi, atau kemerahan pada kulit, terutama untuk kulit sensitif.
Beberapa contoh pewangi sintetis yang umum digunakan adalah limonene, linalool, cinnamal, dan geraniol. Zat-zat ini memang bisa memberi aroma segar, tapi di sisi lain bisa memicu reaksi negatif pada kulit yang rentan. Untuk lebih aman, pilih moisturizer dengan label fragrance-free atau menggunakan pewangi alami yang lembut.
Bahan Komedogenik
Kulit berminyak atau kombinasi sangat rentan dengan komedo dan jerawat. Karena itu, penting untuk menghindari moisturizer yang mengandung bahan komedogenik, yaitu bahan yang berpotensi menyumbat pori-pori.
Beberapa contoh bahan komedogenik yang sebaiknya dihindari adalah coconut oil (minyak kelapa), cocoa butter, lanolin, isopropyl myristate, dan mineral oil berat. Meski tidak selalu berdampak pada semua orang, bahan-bahan ini bisa memicu timbulnya jerawat terutama pada kulit yang sudah cenderung berminyak.
Surfaktan
Surfaktan adalah zat pembersih yang biasanya ada pada sabun atau cleanser. Dalam moisturizer, surfaktan sebenarnya tidak diperlukan dalam kadar tinggi. Jika digunakan berlebihan, surfaktan bisa mengikis minyak alami kulit, menyebabkan kekeringan, dan mengiritasi lapisan pelindung kulit.
Oleh karena itu, pilih moisturizer yang minim atau bebas surfaktan, terutama untuk kamu yang punya kulit kering atau sensitif. Biarkan peran surfaktan hanya ada di produk pembersih wajah, bukan di pelembap harianmu.
Penggunaan Asam yang Terlalu Tinggi pada Moisturizer
Beberapa jenis asam, seperti AHA (glycolic acid, lactic acid) atau BHA (salicylic acid), memang bermanfaat untuk eksfoliasi dan perawatan kulit. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dalam moisturizer, justru bisa membuat kulit mudah iritasi, kemerahan, bahkan over-exfoliation.
Misalnya, moisturizer dengan kadar asam yang tidak seimbang bisa membuat kulit terasa perih setelah dipakai. Untuk penggunaan harian, pastikan kadar asam dalam moisturizer tetap rendah dan seimbang. Jika ingin perawatan intens dengan AHA/BHA, sebaiknya gunakan produk khusus eksfoliasi yang memang dirancang untuk itu, bukan moisturizer.
Ciptakan Moisturizer dengan Kandungan yang Aman dan Legalitas BPOM
Memastikan skincare yang kamu produksi aman dan efektif bagi konsumen adalah hal yang penting bagi seorang brand owner kosmetik. Karena itu, dalam menciptakan moisturizer atau skincare lainnya dari brand-mu, kamu perlu memperhatikan setiap kandungan yang digunakan dan bagaimana pengaruhnya ketika digunakan oleh konsumen nantinya.
Agar dapat menjamin keamanan produk, tentu perlu adanya dilakukan pengujian klinis yang ketat, standar produksi yang tinggi, hingga legalitas BPOM untuk moisturizer yang kamu buat. Semua langkah ini mungkin akan terasa berat jika kamu lakukan sendirian, karena prosesnya yang panjang, memerlukan banyak tenaga ahli, dan urusan administrasi yang tidak sederhana.
Kabar baiknya, PT Maklon Kosmetik Indonesia (MKI) menawarkan jasa maklon moisturizer yang aman dan berlegalitas BPOM. Kami memiliki formulator ahli dan berpengalaman di bidang cosmetic and skincare development, sehingga dapat membantu meracik moisturizer terbaik dengan bahan-bahan yang tepat dan seimbang.
Selain itu, setiap formulasi yang dibuat bersama MKI juga akan melewati uji coba yang ketat dan proses produksi dengan standar yang tinggi. Sehingga produk yang kamu buat nantinya terjamin hiegenis, aman, dan dapat memberikan efektivitas maksimal ketika digunakan oleh konsumen.
Menarik, bukan? Yuk, percayakan produksi moisturizer dan skincare set lainnya dari brand kosmetikmu lainnya bersama PT. Maklon Kosmetik Indonesia (MKI) sekarang juga!



