Maklon Kosmetik Indonesia

Terapis mengaplikasikan serum scalp treatment menggunakan pipet pada kulit kepala yang rambutnya dibelah.

Apa Itu Scalp Treatment dan Apa Manfaatnya?

Kulit kepala terasa gatal, cepat berminyak, atau muncul ketombe meski sudah rutin keramas? Kondisi tersebut bisa menjadi alasan untuk mencoba scalp treatment sebagai perawatan tambahan.

Scalp treatment adalah perawatan yang berfokus pada kebersihan dan kondisi kulit kepala. Perawatan ini dapat membantu membersihkan minyak berlebih, mengangkat sisa produk rambut, serta mengatasi keluhan tertentu sesuai produk yang digunakan.

Namun, tidak semua masalah kulit kepala membutuhkan perawatan khusus. Manfaat dan hasilnya bergantung pada kondisi kulit kepala, jenis produk, serta metode perawatan yang dipilih.

Apa Itu Scalp Treatment?

Scalp treatment adalah perawatan khusus untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kondisi kulit kepala sesuai kebutuhannya. Perawatan ini dapat dilakukan sendiri di rumah maupun melalui layanan salon.

Berbeda dengan perawatan yang berfokus pada batang rambut, scalp treatment lebih memperhatikan kondisi kulit kepala sebagai tempat tumbuhnya rambut. Masalah yang ditangani dapat berupa minyak berlebih, penumpukan sisa produk, kulit kepala kering, atau ketombe.

Metode perawatannya cukup beragam, mulai dari penggunaan sampo khusus, scalp scrub, serum kulit kepala, hingga pemijatan. Beberapa salon juga menyediakan layanan pembersihan mendalam yang menggabungkan beberapa tahapan tersebut.

Meski demikian, scalp treatment bukanlah satu prosedur dengan standar yang sama di setiap tempat. Produk dan metode yang digunakan dapat berbeda tergantung kebutuhan pelanggan maupun jenis layanan yang ditawarkan.

Apa Manfaat Scalp Treatment?

Manfaat scalp treatment bergantung pada tujuan perawatan dan bahan yang digunakan. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika perawatannya sesuai dengan kondisi kulit kepala.

Membersihkan Minyak dan Sisa Produk Rambut

Kulit kepala menghasilkan sebum atau minyak alami yang membantu menjaga kondisi permukaan kulit. Namun, produksi minyak berlebih dapat membuat rambut terlihat lepek, terutama jika bercampur dengan keringat dan sisa produk penataan rambut.

Scalp treatment dengan produk pembersih yang sesuai dapat membantu mengangkat penumpukan minyak, sel kulit mati, serta sisa hairspray, gel rambut, dan produk styling lainnya.

Setelah dibersihkan, kulit kepala dapat terasa lebih nyaman dan rambut tidak terlalu berat akibat penumpukan produk. Namun, pembersihan mendalam tidak harus dilakukan setiap hari karena penggunaan produk yang terlalu kuat berisiko membuat kulit kepala kering atau teriritasi.

Membantu Mengurangi Ketombe

Ketombe merupakan salah satu masalah yang sering ditangani melalui scalp treatment. Kondisi ini ditandai dengan munculnya serpihan kulit yang terkadang disertai rasa gatal.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), ketombe dapat berhubungan dengan kulit kepala berminyak, kebiasaan perawatan rambut, maupun kondisi kulit tertentu, termasuk dermatitis seboroik.

Scalp treatment dapat membantu mengurangi ketombe apabila menggunakan bahan yang sesuai dengan penyebabnya. Sebagai contoh, sampo yang mengandung ketoconazole atau selenium sulfide dapat digunakan untuk membantu menangani ketombe yang berkaitan dengan aktivitas jamur pada kulit kepala.

Namun, ketombe tidak selalu disebabkan oleh penumpukan kotoran. Karena itu, penggunaan scrub atau sampo pembersih biasa belum tentu cukup untuk mengatasi masalah tersebut.

Mengurangi Penumpukan Sel Kulit Mati

Kulit kepala mengalami pergantian sel secara alami. Dalam kondisi tertentu, sel kulit mati dapat menumpuk dan terlihat sebagai serpihan pada permukaan kulit kepala.

Beberapa produk scalp treatment menggunakan bahan eksfoliasi, seperti salicylic acid, untuk membantu melepaskan penumpukan sel kulit mati. Ada pula produk yang menggunakan butiran scrub untuk membersihkan permukaan kulit kepala secara mekanis.

Meski demikian, eksfoliasi tidak selalu diperlukan. Jika kulit kepala sudah dalam kondisi baik, penggunaan scrub terlalu sering justru dapat menyebabkan iritasi.

Membantu Mengurangi Rasa Gatal dan Tidak Nyaman

Kulit kepala yang berminyak, mengalami penumpukan produk, atau memiliki ketombe dapat terasa gatal dan tidak nyaman.

Perawatan yang sesuai dapat membantu mengurangi keluhan tersebut, terutama jika penyebabnya berkaitan dengan masalah yang bisa ditangani menggunakan produk perawatan rambut.

Namun, rasa gatal juga bisa disebabkan oleh alergi, dermatitis, atau infeksi. Apabila keluhan tidak kunjung membaik, mengulang scalp treatment tanpa mengetahui penyebabnya bukanlah solusi yang tepat.

Memberikan Sensasi Relaksasi

Scalp treatment di salon sering dilengkapi dengan pemijatan kulit kepala. Tahapan ini dapat memberikan rasa nyaman dan membantu seseorang merasa lebih rileks selama perawatan.

Pijatan juga kerap dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi darah. Namun, hal tersebut tidak berarti pijatan terbukti dapat menumbuhkan kembali rambut yang mengalami kebotakan.

Manfaat relaksasi perlu dibedakan dari efektivitas medis dalam mengatasi masalah pertumbuhan rambut.

Bagaimana Proses Scalp Treatment Dilakukan?

Prosedur scalp treatment dapat berbeda di setiap salon. Namun, secara umum perawatan biasanya melibatkan beberapa tahapan berikut.

  1. Pemeriksaan kondisi kulit kepala. Terapis mengamati kondisi kulit kepala, seperti minyak berlebih, serpihan ketombe, atau penumpukan produk, untuk membantu memilih perawatan yang sesuai.
  2. Pembersihan kulit kepala. Rambut dan kulit kepala dibersihkan menggunakan sampo atau produk khusus. Beberapa layanan menambahkan eksfoliasi untuk membantu mengangkat sisa produk dan sel kulit mati.
  3. Pengaplikasian produk perawatan. Produk seperti masker atau serum kulit kepala diaplikasikan sesuai tujuan perawatan. Pada layanan tertentu, tahapan ini juga disertai pemijatan.
  4. Pembilasan dan penyelesaian. Produk yang perlu dibilas dibersihkan, kemudian rambut dikeringkan. Produk tanpa bilas dapat digunakan sesuai petunjuk pemakaian.

Tidak semua layanan membutuhkan scrub, masker, atau alat khusus. Tahapan yang lebih banyak juga tidak otomatis memberikan hasil yang lebih baik.

Jika scalp treatment dilakukan di rumah, prosesnya bisa jauh lebih sederhana. Penggunaan sampo khusus atau serum kulit kepala yang sesuai kebutuhan sudah dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan.

Perbedaan Scalp Treatment, Creambath, Hair Spa, dan Hair Mask

Scalp treatment sering dianggap sama dengan creambath atau hair spa karena semuanya dapat dilakukan di salon. Padahal, masing-masing perawatan memiliki fokus yang berbeda.

Jenis PerawatanFokus UtamaMetode yang Umum Digunakan
Scalp treatmentKondisi dan kebersihan kulit kepalaSampo khusus, eksfoliasi, serum kulit kepala, atau pijatan
CreambathPerawatan rambut dan relaksasiKrim perawatan, pemijatan kepala, dan terkadang penghangatan
Hair spaPerawatan dan kenyamanan rambutMasker atau krim rambut, pemijatan, dan perawatan tambahan
Hair maskPerawatan batang rambutPengaplikasian masker pada rambut, terutama bagian tengah hingga ujung

Perbedaan tersebut bukan aturan mutlak. Creambath juga dapat melibatkan kulit kepala, sedangkan beberapa layanan scalp treatment menggunakan masker untuk merawat batang rambut.

Jika tujuan utamanya membersihkan minyak atau sisa produk pada kulit kepala, scalp treatment lebih relevan untuk dipertimbangkan. Sebaliknya, apabila masalah utama adalah rambut kering, kasar, atau sulit diatur, hair mask mungkin lebih sesuai.

Karena nama dan prosedur layanan dapat berbeda antar-salon, sebaiknya perhatikan jenis produk serta tujuan perawatan sebelum memilihnya.

Apakah Scalp Treatment Bisa Mengatasi Rambut Rontok?

Scalp treatment sering dipromosikan sebagai perawatan untuk mengurangi rambut rontok dan merangsang pertumbuhan rambut. Namun, belum ada bukti kuat bahwa scalp treatment secara umum dapat mengatasi semua penyebab kerontokan rambut.

Rambut rontok dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan hormonal, keturunan, stres berat, kondisi medis, atau gangguan pada kulit kepala. Karena penyebabnya berbeda, penanganannya pun tidak selalu sama.

Menurut AAD, kehilangan sekitar 50–100 helai rambut setiap hari masih termasuk proses pergantian rambut yang normal. Kerontokan yang lebih banyak dari biasanya perlu dievaluasi berdasarkan penyebab dan polanya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Eplasty pada 2016 mengamati sembilan pria sehat yang melakukan pijatan kulit kepala selama empat menit setiap hari selama 24 minggu.

Penelitian tersebut menemukan peningkatan rata-rata ketebalan rambut dari sekitar 0,085 mm menjadi 0,092 mm. Namun, tidak ditemukan peningkatan bermakna pada kecepatan pertumbuhan rambut, dan jumlah peserta penelitian sangat terbatas.

Dengan demikian, hasil penelitian tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa pijat kulit kepala dapat mengobati kebotakan.

Scalp treatment tetap dapat membantu menjaga kebersihan dan kondisi kulit kepala, tetapi manfaat tersebut berbeda dari pengobatan kerontokan rambut akibat faktor genetik, hormonal, atau penyakit tertentu.

Cara Memilih Scalp Treatment yang Sesuai

Sebelum memilih produk atau layanan scalp treatment, kenali terlebih dahulu masalah utama yang ingin ditangani.

Untuk kulit kepala berminyak, perhatikan frekuensi keramas dan jenis sampo yang digunakan. Kulit kepala yang cepat menghasilkan minyak mungkin membutuhkan keramas lebih sering daripada kulit kepala yang cenderung kering.

Untuk kulit kepala kering, pilih produk pembersih yang lembut dan hindari eksfoliasi berlebihan. Kulit kepala kering tidak selalu berarti berketombe sehingga penggunaan sampo antiketombe belum tentu menjadi pilihan pertama.

Untuk ketombe, pertimbangkan produk dengan bahan aktif yang sesuai. AAD mencantumkan beberapa bahan yang umum digunakan dalam sampo antiketombe, termasuk ketoconazole, selenium sulfide, salicylic acid, dan zinc pyrithione.

Untuk penumpukan produk styling, sampo pembersih yang sesuai dapat membantu mengangkat sisa produk. Scalp scrub tidak selalu diperlukan apabila pembersihan dengan sampo sudah cukup.

Selain menyesuaikan produk dengan kondisi kulit kepala, perhatikan pula kandungannya. Bahan alami seperti tea tree oil maupun essential oil lainnya tetap berpotensi menyebabkan alergi pada sebagian orang.

DermNet menjelaskan bahwa beberapa minyak esensial dapat memicu dermatitis kontak alergi, yang antara lain ditandai dengan gatal, kemerahan, dan perubahan kondisi permukaan kulit.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan klaim bahan alami, sensasi dingin, atau aroma produk untuk menilai kecocokannya.

Seberapa Sering Scalp Treatment Perlu Dilakukan?

Tidak ada frekuensi scalp treatment yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhannya bergantung pada kondisi kulit kepala, jenis produk, serta tujuan perawatan.

Perawatan dasar seperti keramas dapat dilakukan sesuai tingkat produksi minyak dan kondisi rambut. Sementara itu, produk eksfoliasi atau pembersih mendalam sebaiknya digunakan hanya ketika diperlukan dan mengikuti petunjuk pemakaiannya.

Produk dengan bahan aktif khusus, termasuk sampo antiketombe, dapat memiliki jadwal penggunaan tersendiri. Menggunakannya lebih sering dari anjuran tidak selalu memberikan hasil lebih baik dan justru dapat meningkatkan risiko iritasi.

Bila kulit kepala sudah bersih, nyaman, dan tidak mengalami keluhan tertentu, penggunaan produk scalp treatment tambahan belum tentu memberikan manfaat yang berarti.

Kapan Masalah Kulit Kepala Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Scalp treatment kosmetik tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis apabila terdapat masalah kulit kepala yang membutuhkan diagnosis atau pengobatan.

Menurut NHS, ketombe yang tidak membaik setelah penggunaan sampo antiketombe selama sekitar empat minggu sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila keluhan disertai gatal berat, kemerahan, pembengkakan, atau tanda lain yang mengarah pada gangguan kulit kepala.

Begitu pula jika rambut terus mengalami penipisan, muncul bercak botak, atau terdapat luka dan sisik tebal pada kulit kepala.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan seperti dermatitis seboroik, psoriasis, atau infeksi yang memerlukan penanganan berbeda dari perawatan salon biasa.

Hal yang Perlu Diperhatikan pada Produk Scalp Treatment

Produk scalp treatment tersedia dalam beberapa bentuk, antara lain sampo, scrub, masker kulit kepala, serta serum yang digunakan tanpa dibilas.

Setiap jenis produk memiliki fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. Sebagai contoh, sampo digunakan untuk membersihkan kulit kepala, sementara serum tanpa bilas biasanya dirancang untuk memberikan perawatan setelah proses pembersihan.

Bagi calon pemilik brand haircare, perbedaan tersebut juga memengaruhi pemilihan formulasi dan klaim manfaat produk. Produk untuk mengurangi minyak berlebih tentu memerlukan formulasi yang berbeda dari produk yang ditujukan untuk membantu menjaga kelembapan kulit kepala.

Di Indonesia, klaim produk kosmetik perlu mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika.

Klaim seperti merawat kulit kepala atau membantu membersihkan minyak berlebih perlu dibedakan dari klaim pengobatan penyakit dan pertumbuhan kembali rambut akibat kebotakan.

Konsumen juga dapat memeriksa status notifikasi kosmetik melalui situs resmi Cek BPOM sebelum membeli produk.

Kesimpulan

Scalp treatment adalah perawatan yang berfokus pada kebersihan dan kondisi kulit kepala. Manfaatnya dapat mencakup pembersihan minyak berlebih, pengangkatan sisa produk, serta membantu mengurangi keluhan tertentu seperti ketombe, tergantung bahan dan metode yang digunakan.

Namun, scalp treatment bukan perawatan wajib bagi semua orang dan tidak otomatis mengatasi rambut rontok atau masalah kulit kepala akibat penyakit.

Sebaiknya pilih jenis perawatan sesuai kondisi kulit kepala. Untuk keluhan ringan, keramas secara teratur dan penggunaan produk yang sesuai mungkin sudah cukup. Sementara itu, keluhan yang tidak kunjung membaik perlu diperiksakan lebih lanjut.

Referensi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top