
5 Urutan Skincare Pagi & Malam [Panduan Pemula]
- Updated: 08/14/2026
- By: Fauzan Suryo Wibowo
- In: Skincare
Daftar Isi
Urutan skincare pagi dan malam sebenarnya tidak harus terdiri dari tujuh, sepuluh, atau bahkan belasan produk.
Untuk pemula, fondasinya justru cukup sederhana: membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit, memakai sunscreen pada pagi hari, lalu menambahkan serum atau treatment jika memang ada masalah kulit yang ingin ditangani.
Urutan pemakaian skincare juga tidak selalu harus mengikuti aturan produk paling cair ke paling kental. Fungsi produk dan petunjuk penggunaannya tetap lebih penting.
Secara sederhana, skincare dapat digunakan dengan urutan membersihkan wajah terlebih dahulu, menggunakan treatment bila diperlukan, kemudian moisturizer, dan diakhiri sunscreen pada pagi hari.
Lalu, bagaimana dengan toner, serum, eye cream, double cleansing, atau sleeping mask? Produk-produk tersebut dapat ditambahkan sesuai kebutuhan, tetapi tidak semuanya wajib digunakan setiap hari.

- Photo by Laura Jaeger on Unsplash
Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar
Bagi pemula, urutan basic skincare dapat dibuat jauh lebih sederhana dibandingkan rutinitas yang sering terlihat di media sosial.
| Waktu | Basic Skincare | Jika Menggunakan Produk Tambahan |
|---|---|---|
| Pagi | Cleanser sesuai kebutuhan → moisturizer → sunscreen | Toner/essence → serum atau treatment → moisturizer → sunscreen |
| Malam | Cleanser → moisturizer | Makeup remover/first cleanser bila perlu → cleanser → toner/essence → serum atau treatment → moisturizer |
Tidak masalah jika rutinitas Anda lebih sederhana daripada tabel tersebut.
Menggunakan lebih banyak produk juga tidak otomatis membuat skincare bekerja lebih baik. Terlalu banyak produk, terutama beberapa bahan aktif sekaligus, justru dapat meningkatkan risiko kulit menjadi kering atau teriritasi.
Urutan Skincare Pagi untuk Pemula
Rutinitas skincare pagi terutama bertujuan membersihkan kulit seperlunya, mempertahankan kelembapan, menangani masalah kulit tertentu jika diperlukan, dan memberikan perlindungan dari paparan sinar matahari.
Berikut urutan skincare pagi yang dapat digunakan.
1. Bersihkan Wajah
Cleanser biasanya menjadi langkah pertama untuk membersihkan minyak, keringat, dan residu yang berada di permukaan kulit.
Gunakan cleanser yang lembut dan tidak abrasif. Wajah dapat dibasahi menggunakan air suam-suam kuku, kemudian cleanser diaplikasikan menggunakan ujung jari tanpa menggosok kulit terlalu keras.
Mencuci wajah juga tidak perlu dilakukan berkali-kali dalam sehari. Secara umum, wajah dapat dibersihkan sekitar dua kali sehari dan setelah berkeringat cukup banyak.
Kebutuhan setiap orang tetap dapat berbeda. Jika kulit sangat kering atau sensitif dan terasa semakin kencang setelah mencuci wajah pada pagi hari, frekuensi penggunaan cleanser dapat disesuaikan dengan kondisi kulit.
2. Toner atau Essence Jika Diperlukan
Setelah cleanser, Anda dapat menggunakan toner atau essence jika produk tersebut memang menjadi bagian dari rutinitas.
Toner bukan tahapan wajib dalam basic skincare.
Fungsinya juga bergantung pada formulasi produk. Ada toner yang berfokus pada hidrasi, sedangkan produk lainnya mengandung bahan eksfoliasi atau bahan aktif tertentu.
Karena itu, toner lebih baik dipilih berdasarkan kebutuhan kulit daripada sekadar digunakan karena dianggap harus menyeimbangkan kembali pH kulit setelah mencuci wajah.
Proses cleansing memang dapat memengaruhi pH permukaan kulit untuk sementara. Namun, tingkat kelembutan sebuah cleanser tidak hanya ditentukan oleh angka pH. Jenis surfaktan dan keseluruhan formulasi produk juga ikut memengaruhi interaksinya dengan kulit.
3. Gunakan Serum atau Treatment Sesuai Kebutuhan
Setelah toner atau essence jika digunakan, lanjutkan dengan serum atau treatment.
Tahap ini ditujukan untuk kebutuhan kulit tertentu, misalnya jerawat, hiperpigmentasi, tekstur kulit, atau masalah lain yang ingin ditangani.
Serum sendiri bukan syarat agar skincare pagi dianggap lengkap.
Jika tidak memiliki masalah tertentu yang ingin ditangani, Anda tidak perlu merasa harus memakai vitamin C, niacinamide, dan beberapa serum lain secara bersamaan.
Bagi pemula, menambahkan produk secara bertahap juga membuat respons kulit lebih mudah dievaluasi dibandingkan langsung menggunakan banyak bahan aktif sekaligus.
4. Gunakan Moisturizer
Setelah serum atau treatment, lanjutkan dengan moisturizer.
Moisturizer membantu mempertahankan kelembapan kulit dan menjaga kulit tetap nyaman. Produk ini bukan hanya untuk pemilik kulit kering.
Kulit berminyak atau rentan berjerawat juga dapat membutuhkan moisturizer, terutama ketika menggunakan bahan seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, adapalene, tazarotene, atau tretinoin yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering atau teriritasi.
Jika kulit mudah berjerawat, Anda dapat mempertimbangkan moisturizer dengan keterangan seperti oil-free, non-comedogenic, atau tidak menyumbat pori.
Tekstur produk dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan kenyamanan ketika digunakan. Moisturizer juga tidak harus berbentuk cream yang berat agar dapat membantu menjaga kelembapan.
5. Akhiri dengan Sunscreen
Sunscreen menjadi langkah terakhir dalam urutan skincare pagi sebelum makeup.
Pilih sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum dan SPF 30 atau lebih. Untuk aktivitas yang melibatkan air atau banyak berkeringat, produk dengan ketahanan terhadap air juga dapat dipertimbangkan.
Aplikasikan sunscreen pada kulit yang terpapar, termasuk wajah, leher, dan telinga.
Jika banyak beraktivitas di luar ruangan, sunscreen umumnya perlu diaplikasikan kembali sekitar setiap dua jam, serta setelah berenang atau banyak berkeringat.
Perlindungan tetap relevan pada hari mendung karena radiasi ultraviolet masih dapat mencapai kulit. Paparan UVA juga dapat terjadi melalui kaca, misalnya ketika berada dekat jendela atau saat berkendara.
Saat membeli sunscreen di Indonesia, perhatikan informasi pada label dan pastikan produk memiliki izin edar serta klaim yang sesuai dengan ketentuan kosmetik BPOM.
Urutan Basic Skincare Pagi
Jika Anda baru mulai menggunakan skincare, rutinitas pagi tidak harus langsung terdiri dari banyak produk.
Urutan basic skincare pagi dapat dibuat seperti berikut:
- Cleanser sesuai kebutuhan
- Moisturizer
- Sunscreen
Setelah menemukan rutinitas dasar yang nyaman untuk kulit, toner, serum, atau produk lain baru dapat ditambahkan jika memang ada manfaat yang dibutuhkan.
Urutan Skincare Malam yang Benar
Skincare malam tidak membutuhkan sunscreen. Fokusnya adalah membersihkan makeup, sunscreen, minyak, dan residu yang menempel selama beraktivitas, kemudian menggunakan treatment jika diperlukan dan menjaga kelembapan kulit.
Berikut tahapan skincare malam yang dapat digunakan.
1. Hapus Makeup atau Sunscreen yang Sulit Dibersihkan Jika Perlu
Jika menggunakan makeup, sunscreen tahan air, atau produk lain yang sulit dibersihkan, Anda dapat memulai dengan micellar water, cleansing oil, cleansing balm, atau produk penghapus makeup lainnya.
Langkah ini sering disebut sebagai tahap pertama dalam double cleansing.
Namun, double cleansing tidak berarti wajib dilakukan setiap malam oleh semua orang.
Sebuah penelitian kecil yang melibatkan 20 peserta membandingkan penggunaan air, foaming cleanser, dan cleansing oil untuk menghapus sunscreen.
Pada sunscreen yang tidak tahan air, cleanser dan cleansing oil sama-sama mampu mengurangi residu secara signifikan. Pada sunscreen tahan air, cleansing oil memberikan pembersihan yang lebih baik dalam penelitian tersebut.
Hasil ini lebih tepat dipahami bahwa metode cleansing dapat disesuaikan dengan produk yang perlu dibersihkan, bukan sebagai bukti bahwa semua orang harus melakukan dua tahap cleansing setiap malam.
2. Cuci Wajah dengan Cleanser
Setelah makeup atau produk yang sulit dibersihkan terangkat, gunakan facial cleanser yang lembut.
Jika Anda tidak menggunakan makeup atau produk yang membutuhkan pembersihan tambahan, satu tahap cleansing dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Jangan menjadikan sensasi kulit sangat kesat sebagai tanda bahwa wajah sudah semakin bersih.
Jika kulit terasa tertarik, sangat kering, perih, atau mudah mengelupas setelah mencuci wajah, cleanser yang digunakan atau cara membersihkannya mungkin terlalu agresif untuk kondisi kulit Anda.
3. Gunakan Toner atau Essence Jika Diinginkan
Toner dan essence tetap menjadi produk tambahan pada skincare malam.
Jika digunakan, tahap ini biasanya ditempatkan setelah cleansing dan sebelum serum atau treatment.
Perhatikan fungsi produk yang digunakan. Hydrating toner berbeda dengan toner yang mengandung exfoliating acid atau bahan aktif lainnya.
Produk dengan bahan aktif tidak perlu ditambahkan hanya agar rangkaian skincare malam terlihat lebih lengkap.
4. Gunakan Serum atau Treatment Malam
Setelah itu, gunakan serum, obat topikal, atau treatment yang memang dibutuhkan.
Salah satu bahan yang banyak digunakan pada malam hari adalah retinol atau jenis retinoid lainnya.
Retinoid dapat digunakan untuk beberapa masalah seperti acne ringan, pigmentasi, tekstur kulit, serta garis halus. Namun, bahan ini juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau mengalami iritasi pada sebagian pengguna.
Karena itu, penggunaan retinoid sebaiknya dimulai secara bertahap. Menggunakan moisturizer juga dapat membantu mengurangi risiko kulit menjadi terlalu kering atau teriritasi.
Retinoid tidak direkomendasikan selama kehamilan. Jika Anda memiliki masalah kulit seperti rosacea, peradangan kulit yang cukup berat, atau sedang menjalani pengobatan tertentu, konsultasikan pemilihan treatment dengan dokter kulit.
5. Akhiri dengan Moisturizer
Moisturizer dapat menjadi langkah terakhir dalam basic skincare malam.
Produk ini membantu mempertahankan kelembapan setelah proses cleansing maupun penggunaan bahan aktif.
Tidak ada aturan bahwa moisturizer malam harus selalu lebih berat dibandingkan moisturizer pagi.
Tekstur dapat disesuaikan dengan jenis kulit, formulasi produk, bahan aktif yang sedang digunakan, dan kenyamanan setelah pemakaian.
Urutan Basic Skincare Malam
Basic skincare malam bahkan dapat dibuat lebih sederhana dibandingkan rutinitas pagi:
- Cleanser
- Moisturizer
Jika ada masalah kulit tertentu yang ingin ditangani, tambahkan treatment di antara keduanya:
cleanser → treatment → moisturizer.
Jika menggunakan makeup atau sunscreen yang sulit dibersihkan, tambahkan makeup remover atau first cleanser sebelum facial cleanser.
Apakah Toner Wajib Dipakai Setelah Cuci Muka?
Tidak. Toner bukan bagian yang wajib ada dalam semua rangkaian skincare.
Produk ini dapat digunakan jika formulanya memberikan manfaat yang memang Anda butuhkan, misalnya membantu hidrasi atau mengandung bahan aktif tertentu.
Salah satu alasan toner sering dianggap wajib adalah anggapan bahwa pH kulit harus segera diseimbangkan kembali setelah mencuci wajah.
Proses cleansing memang dapat meningkatkan pH permukaan kulit untuk sementara dan kulit membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi fisiologisnya.
Namun, kelembutan cleanser tidak dapat ditentukan hanya dari angka pH. Komposisi surfaktan dan keseluruhan formula juga berperan dalam pengaruh cleanser terhadap kulit.
Karena itu, toner lebih tepat dipandang sebagai produk dengan fungsi tambahan, bukan tahapan yang harus selalu ada setelah cleansing.
Apakah Serum Wajib dalam Urutan Skincare?
Serum juga tidak termasuk kebutuhan wajib dalam basic skincare.
Serum merupakan bentuk sediaan yang dapat membawa berbagai bahan aktif dengan manfaat yang berbeda-beda.
Jika tidak memiliki masalah khusus yang ingin ditangani, Anda tidak perlu menambahkan serum hanya karena merasa rutinitas skincare belum lengkap.
Sebaliknya, jika ingin menangani masalah seperti jerawat, noda kehitaman, atau tekstur kulit, serum atau treatment dapat dipilih berdasarkan kebutuhan tersebut.
Menggunakan lebih banyak serum juga tidak otomatis memberikan hasil yang lebih baik.
Serum Dulu atau Moisturizer Dulu?
Dalam urutan skincare pada umumnya, serum atau treatment digunakan terlebih dahulu, kemudian moisturizer.
Urutan sederhananya adalah:
cleanser → serum/treatment → moisturizer.
Namun, petunjuk penggunaan produk tetap perlu diperhatikan karena beberapa bahan aktif memiliki cara penggunaan khusus.
Pada orang yang mudah mengalami iritasi saat menggunakan retinoid, misalnya, moisturizer dapat digunakan sebagai bagian dari strategi untuk membantu kulit menoleransi bahan aktif tersebut.
Jadi, jangan memaksakan aturan layering jika petunjuk produk atau arahan dokter menyarankan urutan yang berbeda.
Moisturizer Dulu atau Sunscreen Dulu?
Moisturizer digunakan terlebih dahulu, kemudian sunscreen.
Sunscreen menjadi langkah terakhir dalam rangkaian skincare pagi sebelum penggunaan makeup.
Urutannya:
moisturizer → sunscreen → makeup.
Jika produk yang Anda gunakan merupakan moisturizer yang sekaligus memiliki fungsi sunscreen, ikuti jumlah dan cara penggunaan yang dicantumkan pada label produk agar perlindungan yang diberikan sesuai dengan klaimnya.
Bagaimana Urutan Skincare Sebelum Makeup?
Urutan skincare sebelum makeup pada dasarnya mengikuti rutinitas pagi.
Jika menggunakan rangkaian yang cukup lengkap, susunannya dapat berupa:
cleanser → toner/essence jika ada → serum/treatment → moisturizer → sunscreen → makeup.
Anda tidak perlu menunggu lima atau sepuluh menit di antara setiap produk hanya karena mengikuti aturan layering tertentu.
Cukup pastikan lapisan sebelumnya sudah nyaman di kulit dan ikuti instruksi penggunaan jika produk tertentu memang membutuhkan cara aplikasi khusus.
Bagaimana Urutan Skincare Siang Hari?
Pada siang hari, Anda umumnya tidak perlu mengulangi seluruh tahapan cleanser, toner, serum, dan moisturizer dari awal.
Fokus utamanya adalah menjaga perlindungan dari paparan matahari.
Jika banyak berada di luar ruangan, aplikasikan kembali sunscreen sekitar setiap dua jam atau setelah berenang dan banyak berkeringat.
Cara mengaplikasikan kembali sunscreen dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, makeup yang digunakan, dan jenis sunscreen Anda.
Apakah Double Cleansing Wajib Setiap Malam?
Tidak semua orang membutuhkan double cleansing setiap malam.
Metode ini lebih relevan ketika terdapat makeup, sunscreen tahan air, atau produk lain yang sulit terangkat hanya dengan facial cleanser biasa.
Penelitian tentang pembersihan sunscreen menunjukkan bahwa jenis sunscreen ikut memengaruhi kebutuhan metode cleansing. Cleansing oil memberikan hasil yang lebih baik dalam membersihkan sunscreen tahan air dalam penelitian tersebut.
Namun, hal ini tidak berarti dua tahap pembersihan selalu lebih baik untuk setiap jenis kulit.
Jika satu cleanser sudah mampu membersihkan kulit dengan baik, tidak ada kewajiban untuk menggunakan cleansing oil dan facial wash setiap malam.
Apakah Eye Cream Harus Dipakai?
Eye cream juga bukan bagian wajib dalam basic skincare.
Produk khusus area mata dapat digunakan apabila ada kebutuhan tertentu dan formulanya memang ditujukan untuk area tersebut.
Namun, Anda tidak harus menambahkan eye cream hanya karena produk tersebut sering muncul dalam rangkaian skincare lengkap.
Jika menggunakan produk di dekat area mata, aplikasikan dengan lembut karena kulit pada area tersebut relatif tipis dan mudah tertarik.
Kapan Sleeping Mask Digunakan?
Sleeping mask merupakan produk leave-on tambahan dan bukan bagian wajib dari skincare malam.
Jika digunakan, ikuti petunjuk yang tercantum pada produk karena fungsi dan formulasinya dapat berbeda.
Sleeping mask juga tidak harus digunakan setiap malam dan tidak menggantikan pentingnya rutinitas dasar seperti cleansing dan menjaga kelembapan kulit.
Benarkah Skincare Harus Dipakai dari yang Paling Cair ke Paling Kental?
Prinsip produk paling ringan ke produk yang lebih berat dapat menjadi panduan praktis jika Anda menggunakan beberapa produk sekaligus.
Namun, aturan tersebut bukan dasar utama dalam menentukan urutan skincare.
Fungsi produk dan petunjuk pemakaiannya tetap lebih penting.
Sebagai contoh, sunscreen ditempatkan sebagai langkah terakhir dari skincare pagi meskipun teksturnya mungkin berbeda-beda tergantung formulasi.
Produk obat dan treatment tertentu juga dapat memiliki petunjuk aplikasi yang tidak sama dengan produk kosmetik biasa.
Karena itu, gunakan aturan tekstur sebagai panduan tambahan, bukan aturan mutlak.
Sesuaikan Urutan Skincare dengan Kondisi Kulit
Tahapan dasarnya mungkin serupa, tetapi produk yang digunakan tidak harus sama untuk setiap orang.
1. Kulit Berminyak
Pilih cleanser yang mampu membersihkan kulit tanpa membuatnya terasa tertarik atau sangat kering.
Jangan mencuci wajah berkali-kali hanya untuk menghilangkan minyak karena cleansing yang terlalu agresif justru dapat mengiritasi kulit.
Untuk moisturizer dan sunscreen, Anda dapat memilih tekstur yang terasa nyaman dan mempertimbangkan produk dengan klaim oil-free atau non-comedogenic jika kulit juga rentan berjerawat.
2. Kulit Kering
Prioritaskan cleanser yang lembut dan moisturizer yang dapat menjaga kulit tetap nyaman setelah mencuci wajah.
Jika menggunakan cleanser pada pagi dan malam hari membuat kulit semakin kering, rutinitas dapat disesuaikan berdasarkan respons kulit.
3. Kulit Sensitif
Untuk kulit yang mudah mengalami iritasi, rutinitas sederhana biasanya lebih mudah dievaluasi.
Tambahkan produk baru secara bertahap dan hindari mencoba banyak bahan aktif baru dalam waktu yang sama.
4. Kulit Berjerawat
Kulit berjerawat tetap dapat membutuhkan moisturizer.
Beberapa produk jerawat seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, adapalene, tazarotene, atau tretinoin dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan teriritasi.
Moisturizer dapat membantu menjaga kenyamanan kulit selama penggunaan treatment tersebut.
Untuk jerawat yang berat, terasa sakit, meninggalkan bekas, atau tidak membaik dengan perawatan mandiri, pemeriksaan ke dokter kulit lebih tepat daripada terus menambah produk baru.
Produk Skincare yang Tidak Wajib untuk Pemula
Salah satu kesalahan saat baru mulai skincare adalah menganggap semua produk yang sering muncul dalam sebuah rutinitas sebagai kebutuhan dasar.
Padahal, beberapa produk berikut lebih tepat digunakan berdasarkan kebutuhan:
- toner;
- essence;
- serum;
- eye cream;
- exfoliant;
- face oil;
- sleeping mask;
- cleansing oil atau cleansing balm.
Sebagai contoh, cleansing oil lebih relevan ketika Anda perlu menghapus makeup atau sunscreen yang sulit dibersihkan. Serum digunakan ketika ada manfaat atau bahan aktif tertentu yang dicari.
Eye cream dan sleeping mask juga bukan syarat agar sebuah rutinitas dapat disebut lengkap.
Kesalahan dalam Urutan Pemakaian Skincare yang Perlu Dihindari
1. Menggunakan Banyak Produk Baru Sekaligus
Jika lima produk baru mulai digunakan pada waktu yang sama dan kemudian muncul iritasi, Anda akan lebih sulit mengetahui produk mana yang menjadi penyebabnya.
Tambahkan produk secara bertahap agar respons kulit lebih mudah dievaluasi.
2. Menganggap Perih Berarti Produk Sedang Bekerja
Rasa terbakar atau perih yang terus-menerus tidak perlu dianggap sebagai bukti bahwa bahan aktif sedang bekerja lebih efektif.
Keluhan tersebut dapat menjadi tanda bahwa kulit teriritasi, produk digunakan terlalu sering, atau kombinasi produk terlalu agresif.
3. Membersihkan Wajah Secara Berlebihan
Lebih sering mencuci wajah tidak otomatis membuat kulit lebih sehat.
Cleansing yang terlalu sering atau terlalu agresif justru dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan teriritasi.
4. Menumpuk Terlalu Banyak Bahan Aktif
Menggunakan beberapa serum dan treatment sekaligus dapat membuat rutinitas sulit dievaluasi serta berpotensi meningkatkan iritasi.
Pilih bahan berdasarkan masalah kulit yang memang ingin ditangani.
5. Lupa Sunscreen karena Terlalu Fokus pada Serum
Vitamin C, niacinamide, exfoliant, dan berbagai serum lain merupakan produk tambahan yang penggunaannya bergantung pada kebutuhan.
Pada pagi hari, jangan sampai rutinitas yang terlalu panjang justru membuat sunscreen terlewat.
Jadi, Skincare Pagi dan Malam Apa Saja yang Paling Penting?
Untuk pemula, urutan skincare pagi dan malam tidak harus rumit.
Basic skincare pagi dapat dimulai dari:
cleanser sesuai kebutuhan → moisturizer → sunscreen.
Sedangkan basic skincare malam dapat berupa:
cleanser → moisturizer.
Jika ada masalah kulit tertentu yang ingin ditangani, tambahkan serum atau treatment yang sesuai secara bertahap.
Toner, essence, eye cream, exfoliant, cleansing oil, face oil, hingga sleeping mask memiliki fungsi masing-masing, tetapi tidak otomatis harus digunakan setiap hari.
Urutan skincare yang benar bukan tentang siapa yang menggunakan produk paling banyak. Rutinitas yang sederhana, sesuai kebutuhan kulit, dan dapat dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dievaluasi ketika Anda ingin mengetahui produk mana yang benar-benar memberikan manfaat.
Referensi
- American Academy of Dermatology – Skin Care on a Budget
- American Academy of Dermatology – Face Washing 101
- American Academy of Dermatology – Retinoid or Retinol?
- American Academy of Dermatology – Moisturizer: Why You May Need It if You Have Acne
- American Academy of Dermatology – Survey: Americans Worry About Skin Aging but Still Skip Sunscreen
- BPOM – Informasi Kosmetik Tabir Surya (Sunscreen) dengan Klaim SPF
- PubMed – Comparison of Methods for Removing Water-Resistant Sunscreen
- PubMed – Cleansing, Skin Surface pH, and the Skin Barrier


