Maklon Kosmetik Indonesia

Produk skincare aman untuk bumil dengan bahan alami seperti anggur dan shea butter.

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh ibu, yang tak hanya terjadi  di perut, tapi juga di kulit! Mulai dari kulit jadi lebih sensitif, muncul jerawat hormonal, hingga melasma alias flek hitam di wajah. Karena itu kebutuhan memakai skincare saat hamil juga penting bagi ibu. Tapi, pertanyaan besarnya: apakah skincare aman digunakan saat hamil?

Well, pertanyaan ini valid banget. Karena faktanya, nggak semua kandungan skincare itu aman untuk bumil, lho. Ada bahan aktif yang bisa masuk ke aliran darah dan berpotensi memengaruhi janin. 

Tapi tenang aja, bukan berarti ibu hamil harus puasa total dari skincare. Artikel ini bakal bantu kamu mengenal apa saja kandungan skincare yang boleh dan tidak boleh digunakan saat hamil, serta tips memilih produk yang aman. Yuk, simak selengkapnya!

Amankah Menggunakan Skincare untuk Ibu Hamil?

Jawabannya, aman. Namun dengan catatan, bahwa kandungannya tepat dan aman. Melansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebagian besar skincare topikal (oles) aman digunakan selama kehamilan, asal tidak mengandung bahan aktif tertentu yang bisa membahayakan janin, terutama jika diserap dalam jumlah besar melalui kulit.

Selama hamil, perubahan pada tubuh ibu hamil tak hanya terjadi secara fisik, namun juga hormonal. Perubahan hormon inilah yang dapat menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai masalah kulit selama kehamilan, seperti jerawat, kulit kering, hiperpigmentasi, hingga iritasi. Dan inilah mengapa perawatan kulit tetap penting dilakukan. 

Tapi tentu, prioritas utamanya adalah memastikan setiap produk yang digunakan tidak mengandung bahan berisiko tinggi, seperti retinoid oral atau topical, salicylic acid konsentrasi tinggi, hingga hydroquinone.

Jadi, skincare tetap boleh kok digunakan selama kehamilan, asalkan kamu paham kandungannya dan konsultasi dulu ke dokter kalau ragu. Di bagian selanjutnya, kita bakal bahas lebih rinci soal kandungan apa saja yang aman dan mana yang sebaiknya dihindari. Stay tuned, ya!

Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Memilih skincare yang aman saat mengandung bukan hanya soal kenyamanan kulit, tapi juga soal keselamatan janin. Nah, berikut ini adalah daftar kandungan skincare yang secara umum dianggap aman untuk ibu hamil, lengkap dengan penjelasan manfaat dan kenapa mereka jadi pilihan utama:

Grapeseed oil

Minyak biji anggur atau grapeseed oil adalah minyak alami dengan kandungan antioksidan yang tinggi, juga kaya akan asam lemak esensial. Kandungan vitamin E di dalamnya membantu memperbaiki skin barrier, melembapkan, dan melindungi kulit dari radikal bebas. Grapeseed oil juga bersifat non-komedogenik alias tidak menyumbat pori.

Menurut studi dalam Journal of Medicinal Food (2010), grapeseed oil memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba ringan, yang menjadikannya cocok untuk kulit sensitif atau berjerawat, termasuk pada masa kehamilan. Karena merupakan bahan alami dan tidak mengandung bahan aktif yang keras, grapeseed oil dianggap aman untuk ibu hamil.

Hyaluronic acid

Hyaluronic acid adalah salah satu bahan humektan terbaik untuk menjaga kelembapan kulit. Kandungan ini bekerja dengan menarik air, yang berada di lingkungan atau udara, ke dalam lapisan kulit.  Dengan demikian, ketika diaplikasikan, hyaluronic acid membuat kulit terasa lebih kenyal dan lembap.

Yang membuatnya istimewa adalah kemampuannya untuk memberikan hidrasi intens tanpa risiko iritasi. ACOG menyebutkan bahwa hyaluronic acid aman digunakan selama kehamilan karena sifatnya yang ringan, non-sensitisasi, dan tidak menembus lapisan dalam kulit secara signifikan.

Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 sering dijadikan andalan untuk mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam, dan mengurangi peradangan. Selama hamil, hormon bisa membuat kulit jadi kusam atau muncul flek hitam (melasma), dan niacinamide adalah solusi yang aman.

Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, niacinamide terbukti efektif dalam memperbaiki skin barrier dan mengurangi hiperpigmentasi ringan hingga sedang. Kandungan ini tidak berbahaya untuk janin dan bisa digunakan jangka panjang selama kehamilan.

Titanium dioxide

Titanium dioxide adalah bahan aktif yang umum ditemukan dalam sunscreen fisik (mineral). Ia bekerja dengan cara membentuk lapisan di atas kulit untuk memantulkan sinar UVA dan UVB, tanpa diserap ke dalam kulit.

Karena sifatnya yang non-penetratif dan minim risiko iritasi, titanium dioxide direkomendasikan sebagai pilihan sunscreen paling aman untuk ibu hamil menurut American Academy of Dermatology. Cocok banget buat kamu yang sedang menghindari sunscreen kimia.

Shea Butter

Shea butter dibuat dari lemak pohon alami shea, yang sangat populer karena kemampuannya dalam melembapkan kulit dan tinggi antioksidan. Kandungan ini bekerja dengan membentuk pelindung di permukaan kulit yang mencegah hilangnya air (transepidermal water loss).

Dalam studi yang dipublikasikan oleh International Journal of Molecular Sciences, shea butter memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan, serta aman digunakan oleh bumil karena tidak mengandung bahan aktif keras. Selain itu, dia juga sering digunakan untuk mencegah stretch mark.

Vitamin C

Vitamin C dikenal sebagai bahan aktif yang mampu mencerahkan, merangsang produksi kolagen, dan melindungi kulit dari radikal bebas. Biasanya digunakan dalam bentuk ascorbic acid atau sodium ascorbyl phosphate.

Vitamin C dalam konsentrasi wajar (maksimal 20%) umumnya aman untuk ibu hamil. Berdasarkan informasi dari Healthline dan Verywell Health, tidak ada bukti bahwa vitamin C topikal menyebabkan efek buruk pada janin, menjadikannya pilihan yang aman untuk menjaga kulit tetap cerah selama kehamilan.

Glycerine

Glycerine adalah bahan pelembap klasik yang bekerja sebagai humektan. Artinya, bahan menarik air dari lingkungan ke kulit, menjaga kelembapan alami tanpa menyumbat pori.

Kelebihan glycerine adalah sifatnya yang lembut, tidak berbau, dan aman digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk pada kulit bumil yang umumnya cenderung lebih sensitif. Glycerine juga termasuk non-teratogenik (tidak memengaruhi perkembangan janin) sehingga aman digunakan setiap hari selama kehamilan.

Kandungan Skincare yang Harus Dihindari oleh Ibu Hamil

Nggak semua bahan skincare aman buat bumil. Beberapa kandungan aktif bisa berdampak serius terhadap perkembangan janin, apalagi jika digunakan dalam jangka panjang atau diserap dalam jumlah besar. Nah, berikut ini daftar bahan yang sebaiknya kamu pause dulu selama masa kehamilan:

Retinol dan turunannya

Retinol dan turunannya (seperti tretinoin dan isotretinoin) sering dipakai dalam produk anti-aging dan acne treatment karena manfaatnya dalam mempercepat regenerasi kulit. Tapi saat hamil, bahan ini sebaiknya dihindari.

Menurut American Academy of Dermatology dan hasil penelitian dalam Journal of the American Medical Association, penggunaan retinoid topikal dan oral berisiko menyebabkan cacat lahir, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk oral seperti Accutane (isotretinoin). Meski belum ada bukti pasti pada penggunaan topikal, para ahli tetap menyarankan untuk menjauhi bahan ini demi keamanan janin.

Benzoyl peroksida

Benzoyl peroxide dikenal sebagai bahan aktif untuk mengatasi jerawat karena sifat antibakterinya yang kuat. Namun, saat hamil, penggunaannya harus dibatasi bahkan dihindari.

Meski sebagian dermatolog menyebutkan bahwa penggunaan dalam kadar rendah (≤5%) mungkin aman, belum ada cukup studi klinis jangka panjang pada ibu hamil. ACOG dan Mayo Clinic menyarankan untuk mencari alternatif yang lebih ringan dan terbukti aman, seperti azelaic acid atau sulfur.

Salicylic Acid

Termasuk dalam golongan beta hydroxy acid (BHA), bahan ini berguna untuk eksfoliasi dan mengatasi pori-pori tersumbat. Sayangnya, versi konsentrasi tinggi dari bahan ini dapat berdampak sistemik jika diserap dalam jumlah besar.

Menurut FDA dan Canadian Family Physician, penggunaan salicylic acid dosis tinggi, terutama dalam bentuk peeling atau masker, bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Penggunaan dalam dosis kecil (di bawah 2%) kadang masih ditoleransi, tapi lebih aman bila memilih alternatif lain seperti lactic acid atau glycolic acid ringan.

Hydroquinone

Hydroquinone biasanya digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi dan melasma. Tapi tahukah kamu? Kandungan ini punya tingkat penyerapan ke dalam kulit yang sangat tinggi, mencapai 35–45%, menurut studi dalam International Journal of Dermatology.

Karena penyerapan yang besar inilah, hydroquinone sangat tidak disarankan selama masa kehamilan. Meski belum terbukti menyebabkan cacat lahir, potensi risiko sistemik membuatnya masuk daftar bahan yang perlu kamu hindari.

Tazorac, Accutane

Tazorac (tazarotene) dan Accutane (isotretinoin) adalah obat resep golongan retinoid oral dan topikal yang sangat aktif. Kedua bahan ini mutlak harus dihindari saat hamil karena termasuk kategori X oleh FDA, yang artinya terbukti menyebabkan kelainan kongenital serius.

Bahkan, perempuan yang mengonsumsi isotretinoin biasanya diminta menggunakan dua metode kontrasepsi dan melakukan tes kehamilan secara rutin. Jadi, jika kamu sedang hamil atau berencana hamil, pastikan tidak memakai produk dengan kandungan ini, baik secara oral maupun topikal.

Aluminum Chloride Hexahydrate

Bahan ini umum ditemukan dalam produk antiperspiran atau deodoran kuat. Meskipun belum ada data klinis yang secara langsung menghubungkan aluminum chloride dengan efek buruk kehamilan, beberapa penelitian awal menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap sistem saraf dan hormon.

Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan untuk memilih deodoran alami yang lebih ringan dan bebas aluminium saat sedang hamil. Lebih aman, lebih nyaman!

Formaldehyde

Formaldehyde adalah bahan pengawet dan antibakteri yang dulu sering digunakan dalam skincare dan produk rambut. Tapi sekarang, bahan ini sudah banyak ditinggalkan karena berpotensi menjadi karsinogen (penyebab kanker).

Buat bumil, formaldehyde bisa meningkatkan risiko keguguran dan komplikasi kehamilan, loh. Jadi pastikan kamu cek label produk sebelum pakai, ya!

Nah, itu adalah penjelasan lengkap mengenai keamanan menggunakan skincare untuk ibu hamil. Apakah artikel ini membantumu, Sobat MKI?

Kamu bisa menyimak informasi seputar produk perawatan wajah, tren kecantikan, dan insight bisnis kosmetik lainnya di sini.

Selain menyediakan informasi terkini soal industri kosmetika dan tren kecantikan, PT. Maklon Kosmetik Indonesia (MKI) juga menawarkan jasa maklon skincare yang terjamin keamanan serta legalitasnya.

Karena setiap prosedur pembuatan skincare di MKI dilakukan oleh tenaga profesional dan berpengalaman. Kami juga melakukan uji coba klinis pada formula produk, untuk memastikan kualitas dan keamanan skincare yang diproduksi nantinya.

Bagaimana? Tertarik untuk membuat bisnis skincare dengan brand sendiri bersama MKI? Hubungi tim kami sekarang juga, ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top