Pernahkah kamu melihat permukaan kulit yang tampak seperti berbintik kecil, kasar, dan merata di area lengan atau paha? Kondisi ini sering disebut sebagai chicken skin karena teksturnya mirip dengan kulit ayam setelah dicabut bulunya. Walau tidak menimbulkan rasa sakit, keadaan ini cukup mengganggu penampilan.
Bagi banyak orang, chicken skin juga bisa membuat kepercayaan diri berkurang, apalagi kalau muncul di bagian tubuh yang sering tidak tertutup pakaian. Kulit jadi tampak tidak halus meskipun sudah rajin menggunakan skincare atau body care. Akibatnya, beberapa orang bahkan merasa enggan menggunakan pakaian terbuka karena khawatir tampilannya kurang menarik.
Namun kabar baiknya, kondisi ini sebenarnya umum terjadi dan bisa dikelola dengan langkah perawatan yang tepat. Dalam artikel ini, MKI akan membahas lebih lengkap mengenai apa itu chicken skin, karakteristiknya, hingga penyebab utama dan cara mengatasinya, agar kamu dapat kembali merasa PeDe karena kulitmu kembali sehat serta lembut.
Yuk, simak!
Apa Itu Chicken Skin?
Chicken skin adalah istilah populer untuk kondisi kulit yang secara medis dikenal sebagai keratosis pilaris. Kondisi ini muncul ketika keratin, protein pelindung alami kulit, menumpuk dan menyumbat folikel rambut. Akibatnya, timbul bintik-bintik kecil berwarna putih, merah, atau cokelat di permukaan kulit.
Keratosis pilaris juga dapat terjadi pada siapapun, Sobat, baik pria maupun wanita, dan lebih sering terjadi pada anak-anak hingga remaja. Walaupun tidak berbahaya, chicken skin sering kali membuat orang merasa kurang nyaman dengan tampilan kulitnya.
Bagian tubuh yang paling sering terkena meliputi lengan atas, paha, bokong, hingga pipi. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa bertahan lama, sementara pada lainnya dapat berkurang seiring pertambahan usia.
Karakteristik Chicken Skin
Agar lebih mudah mengenali kondisi ini, berikut adalah beberapa karakteristik khas chicken skin yang perlu Sobat MKI tahu. Apa saja?
- Bintik kecil yang menyerupai jerawat mini: Biasanya tampak seperti tonjolan kecil di permukaan kulit, yang dapat berwarna putih, sedikit merah muda, atau tampak kecokelatan. Warnanya ini juga tergantung warna kulit individu.
- Tekstur kulit terasa kasar: Saat disentuh, kulit terasa tidak rata, mirip seperti amplas halus. Kondisi ini membuat kulit tidak terlihat mulus meskipun menggunakan body lotion biasa.
- Lokasi yang khas: Chicken skin umumnya muncul di area lengan atas, paha, bokong, dan kadang pipi. Jarang terjadi di area lain.
- Tidak menimbulkan rasa sakit: Berbeda dengan jerawat atau infeksi kulit, chicken skin biasanya tidak terasa nyeri. Namun, pada sebagian orang bisa disertai rasa gatal ringan atau kulit menjadi kering.
- Muncul lebih banyak saat udara dingin: Kondisi kulit ini seringkali lebih jelas terlihat pada musim dingin atau ketika kelembapan di udara terasa lebih rendah, sebab kondisi ini dapat membuat kulit lebih mudah kehilangan hidrasi dan rentan dehidrasi.
Siapa yang Kerap Mengalami Chicken Skin?
Keratosis pilaris, atau chicken skin, sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, tetapi ada kelompok tertentu yang lebih rentan. Berdasarkan data dermatologi, chicken skin paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja, dengan prevalensi yang kian berkurang sejalan dengan pertambahan usia. Hal ini disebabkan karena produksi keratin dan regenerasi kulit pada usia muda cenderung lebih aktif, sehingga risiko terjadinya sumbatan folikel rambut juga lebih tinggi.
Selain itu, orang dengan jenis kulit kering atau sensitif juga lebih mudah mengalami chicken skin. Kulit kering cenderung memiliki lapisan pelindung (skin barrier) yang lemah sehingga memicu penumpukan keratin lebih cepat. Tak heran, pada musim dingin atau cuaca yang kelembapannya rendah, gejala chicken skin biasanya akan lebih jelas terlihat.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa chicken skin lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Faktor hormonal diduga ikut memengaruhi, meskipun penyebab pastinya masih diteliti lebih lanjut. Tidak hanya itu, kondisi ini juga sering muncul pada orang dengan riwayat asma, eksim, atau alergi tertentu, karena ketiganya berkaitan erat dengan kulit yang lebih sensitif dan mudah mengalami peradangan.
Dengan kata lain, meskipun chicken skin bisa muncul pada siapa saja, mereka dengan faktor risiko tertentu, baik dari segi usia, jenis kulit, maupun riwayat kesehatan kulit, lebih rentan mengalaminya.
Penyebab Munculnya Chicken Skin
Setelah mengetahui siapa yang lebih sering mengalaminya, sekarang saatnya membahas apa saja penyebab utama chicken skin. Kondisi ini tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh kombinasi faktor internal maupun eksternal.
1. Penumpukan Keratin
Penyebab utama chicken skin adalah penumpukan keratin, yang merupakan protein alami yang memproteksi kulit dari infeksi, racun, maupun paparan lingkungan. Namun, ketika keratin diproduksi secara berlebihan, ia dapat menyumbat folikel rambut dan membentuk tonjolan kecil pada permukaan kulit.
Sumbatan keratin ini membuat tekstur kulit tampak kasar dan tidak rata, mirip dengan jerawat namun tanpa peradangan yang signifikan. Hingga kini, belum ada penjelasan pasti mengapa tubuh memproduksi keratin secara berlebih, tetapi faktor seperti kulit kering, iritasi ringan, dan gangguan pada proses regenerasi kulit diyakini menjadi pemicunya.
2. Sebagai Dampak dari Lingkungan
Lingkungan juga berperan besar dalam memicu munculnya chicken skin. Cuaca dingin dan kering misalnya, membuat kulit kehilangan kelembapan alami sehingga memperburuk kondisi keratosis pilaris. Itulah mengapa gejala chicken skin biasanya lebih parah pada musim dingin atau di daerah dengan kelembapan udara rendah.
Selain itu, paparan polusi, radikal bebas, hingga kebiasaan menggunakan sabun dengan kandungan deterjen keras dapat melemahkan skin barrier. Jika lapisan pelindung kulit terganggu, proses penumpukan keratin lebih mudah terjadi, sehingga chicken skin pun semakin terlihat jelas.
3. Faktor Genetik
Faktor genetik juga tidak bisa diabaikan. Studi dermatologi menunjukkan bahwa chicken skin memiliki komponen herediter, artinya seseorang lebih berisiko mengalaminya bila ada memiliki anggota keluarga yang juga pernah mengalami keratosis pilaris.
Hal ini menunjukkan bahwa gen tertentu berperan dalam mengatur produksi keratin atau memengaruhi cara kulit beregenerasi. Jadi, jika chicken skin berjalan dalam keluarga, kemungkinan besar kamu pun lebih mudah mengalaminya. Meskipun begitu, faktor gaya hidup dan perawatan tetap bisa membantu mengurangi gejala dan memperbaiki kondisi kulit.
Cara Mengatasi Chicken Skin dengan Perawatan di Rumah
Meski chicken skin atau keratosis pilaris sering kali membutuhkan perawatan medis khusus untuk hasil yang lebih cepat dan signifikan, kabar baiknya kondisi ini juga bisa dikelola dengan perawatan sederhana di rumah. Dengan rutinitas yang konsisten, tekstur kulit dapat menjadi lebih halus, gejala berkurang, dan tampilan kulit terlihat lebih sehat.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan, Sobat:
1. Mandi dengan Air Hangat
Tahukah, Sobat MKI, dengan mandi air hangat kulitmu dapat menjadi lebih lembut, sekaligus dapat membuka pori-pori, sehingga penumpukan keratin lebih mudah terangkat. Suhu hangat membantu melembapkan kulit dan mencegah kekeringan yang bisa memperburuk chicken skin.
Namun, penting untuk diingat bahwa air yang terlalu panas justru dapat mengikis minyak alami kulit dan membuat kulit semakin kering. Jadi, gunakan air hangat suam-suam kuku dengan durasi mandi yang tidak berlebihan, misalnya selama 10 hingga 15 menit saja. Setelah mandi, segera aplikasikan pelembap untuk mengunci kelembapan agar kulit tetap terhidrasi.
2. Eksfoliasi secara Rutin
Body care routine ini berguna untuk membersihkan permukaan kulit dari sel-sel mati yang terakumulasi hingga ke pori, dan menyumbat folikel rambut. Dengan eksfoliasi teratur, kulit menjadi lebih halus, pori-pori tidak tersumbat, dan benjolan kecil khas chicken skin bisa perlahan berkurang.
Kamu bisa memilih eksfoliasi fisik (seperti scrub halus) atau eksfoliasi kimia (AHA, BHA, atau urea dalam konsentrasi ringan). Namun, jangan lakukan eksfoliasi berlebihan karena bisa menyebabkan iritasi. Untuk hasil yang aman, cukup lakukan 1–2 kali seminggu dan selalu imbangi dengan penggunaan pelembap setelahnya.
3. Gunakan Body Lotion yang Melembapkan
Kulit kering merupakan salah satu faktor terbesar pemicu chicken skin. Karena itu, body lotion dengan formula melembapkan sangat penting dalam perawatan harian. Kandungan seperti glycerin, hyaluronic acid, shea butter, ceramide, atau minyak alami (coconut oil, almond oil) mampu memperbaiki skin barrier sekaligus menjaga kelembapan kulit lebih lama.
Pilih body lotion dengan tekstur lembut dan cepat meresap agar nyaman digunakan setiap hari. Untuk hasil optimal, aplikasikan segera setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap, karena pada saat itu kemampuan kulit menyerap nutrisi lebih tinggi.
4. Hindari Menggunakan Pakaian yang Ketat
Tak banyak yang tahu, mengenakan pakaian terlalu ketat juga bisa memicu chicken skin, Sobat. Karena hal ini dapat menimbulkan gesekan berlebihan pada kulit, yang dapat memicu iritasi, dan memperparah tampilan chicken skin. Gesekan terus-menerus juga dapat menghambat proses regenerasi kulit, membuat benjolan kecil semakin menonjol.
Untuk itu, pilih pakaian yang berbahan lembut, ringan, dan longgar, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau ketika tidur. Selain lebih nyaman, langkah sederhana ini membantu kulit bernapas dengan lebih baik dan mengurangi risiko iritasi.
5. Lembapkan Udara dengan Humidifier
Keringnya udara, terutama saat kamu berada di ruangan ber-AC atau saat memasuki cuaca dingin, dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Di sinilah humidifier berperan penting, karena alat ini membantu menjaga kadar kelembapan di udara sehingga kulit tidak cepat kering.
Dengan penggunaan humidifier secara konsisten, kelembapan kulit akan lebih stabil, sehingga gejala chicken skin bisa berkurang. Saat menggunakan humidifier, pastikan untuk membersihkannya secara rutin agar bebas dari bakteri dan jamur yang bisa memengaruhi kesehatan kulit.
Apakah Chicken Skin Dapat Dicegah?
Banyak orang bertanya-tanya, apa chicken skin atau keratosis pilaris itu bisa benar-benar dicegah? Menurut Healthline, kondisi ini umumnya sulit dicegah sepenuhnya karena berkaitan dengan faktor genetik dan penumpukan keratin pada kulit. Namun, kabar baiknya adalah chicken skin bisa dikelola dan kemunculannya dapat diminimalisir dengan perawatan kulit yang tepat, Sobat.
Ada satu cara efektif yang dapat kamu lakukan, yakni dengan menerapkan gentle body care routine. Rutinitas ini berfokus pada perawatan lembut yang menjaga kelembapan kulit, mencegah pori-pori tersumbat, serta mendukung proses regenerasi kulit.
Misalnya, dengan menggunakan krim atau body lotion bebas minyak yang melembapkan tanpa membuat kulit terasa lengket. Pelembap semacam ini membantu menjaga kelembapan kulit lebih lama sekaligus menurunkan risiko munculnya benjolan-benjolan baru.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi cukup air, menghindari paparan polusi berlebih, serta menggunakan pakaian yang nyamanjuga bisa, membantu mengurangi risiko kekambuhan chicken skin. Dengan konsistensi, kulit bisa tetap terlihat lebih halus, sehat, dan terawat meski kondisi ini tidak bisa dicegah sepenuhnya.
Buat Body Lotion dengan Kandungan Alami yang Melembapkan Kulit Bersama MKI
Merawat kulit yang rentan chicken skin membutuhkan produk body care yang benar-benar tepat, bukan sekadar melembapkan, tapi juga mampu menutrisi kulit secara mendalam. Di sinilah PT. Maklon Kosmetik Indonesia (MKI) hadir sebagai partner terbaik bagi kamu yang ingin menghadirkan produk body lotion berbahan alami dengan formula yang aman, melembapkan, dan ramah di kulit.
Dengan pengalaman panjang di industri kosmetik, MKI menawarkan layanan maklon yang lengkap: mulai dari formulasi, produksi, desain kemasan, hingga legalitas BPOM dan sertifikasi lainnya. Kamu bisa menghadirkan body lotion dengan formulasi dan bahan-bahan alami premium seperti aloe vera, shea butter, coconut oil, atau centella asiatica, yang terbukti efektif menjaga kelembapan sekaligus menenangkan kulit.
Kini saatnya kamu menghadirkan produk body lotion yang tidak hanya membantu merawat kulit kering atau chicken skin, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri konsumenmu.
Yuk, wujudkan brand body care impianmu bersama MKI! Hubungi tim kami sekarang juga melalui tombol WhatsApp yang tersedia dan dapatkan konsultasi gratis mengenai produk yang ingin Anda ciptakan.



